Top Menu

Islam adalah Rumah



Ransellusuh.com, Assalamualaikum sobat, apa kabarnya? Semoga baik semua yah.

Oh ya, tepat di tanggal 27 Mei 2018 atau bertepatan juga dengan kita menjalani puasa ramadhan di hari ke 12, insya Allah.

Nah pada postingan kali ini berhubung lagi ramadan nih maka pembahasannya akan religius yah.

Pernah ga sih ditanyaa orang apa itu islam? Pertanyaan yang cukup simpel tapi memiliki kedalaman makna. Bagi orang yang tak mengerti akan apa itu islam pastilah dia binggung menjawabnya.

Tak perlu dipertanyakan lagi, seperti yang kita ketahuikan, ada sebagian banyak orang yang  berislamnya hanya karena keturunan, ibu bapaknya islam, dia pun islam, selama ia tidak mencari atau mempelajari islam itu secara benar, maka bisa kemungkinan bahwa ia pun akan kesulitan menjawab pertanyaan apa itu islam?

Seperti dikisahkan tiga orang buta yang disuruh menilai apa itu gajah, maka ketiga orang buta ini dihadapkan dengan seekora gajah dan disuruh memegangnya setelah itu mereka ditanya, apa itu gajah, jawaban mereka pun beragam:

Orang buta pertama yang memegang bagian ekor gajah menjawab kalo gajah itu seperti ular. Orang buta kedua kebetulan memegang telingga gajah dia pun menjawab bahwa gajah itu lebar, serta orang buta yang terakhir memegang kaki gajah dia menjawab bahwa gajah itu seperti tiang.

Begitu pun dengan islam jika kita tidak memahami betul-betul apa itu islam kita akan kesulitan menjawabnya.

Apakah islam itu hanya sholat lima waktu saja?
Atau kah hanya sedekah dan zakat? Atau mungkin sekedar memberi senyuman kepada tetangga. Itu semua hanyalah bagian dari islam.

Jawab yang tepat adalah seperti kata Rasul bahwa islam itu adalah rumah. Kenapa? Sebab di sana ada pondasi, tiang, dinding, dan juga atap.

Pondasi di dalam islam adalah tauhid, bangunan lainnya adalah ibadah sholat lima waktu, zakat, sedekah, muamalah, dan lainnya.

Kesemuanya harus kompleks, ga bisa hanya mementingkan pondasinya saja, atau mementingkan dengan bangunan fisiknya saja. Kita bisa ibaratkan begini jika kita hanya fokus pada penampilan fisik sebuah bangunan dan mengabaikan pondasi maka yang akan terjadi adalah sebuah bangunan itu akan ambruk.

Sama halnya dalam beragama ini jika kita hanya fokus pada bangunan fisik, seperti rajin sholat, puasa, sedekah tapi juga masih rajin ke dukun, minta wangsit ini itu ke dukun, maka pondasinya masih rapuh.

Atau sama halnya jika kita hanya terfokus dengan pondasi tanpa memastikan pembangunan fisik, maka tak elok dilihat. Sama juga dengan orang yang rajin ke masjid, beribada kepada Allah SWT, tetapi dihadapan manusia ia selalu menampilkan muka masam, ga pernah tegur sapa sama tetangga, kurang senyum, sehingga orang lain ngeri jika bertemu dengannya, itu juga tidak dibenerkan.

Jadi keduanya harus beriring sejalan, tak bisa saling tinggal. Tersebab ajaran islam sudah sempurna, semuanya sudah diatur, dari tidur sampai bangun tidur, dari makan sampai bekerja, dari ekonomi sampai politik, semuanya sudah diatur kita hanya menjalaninya saja sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya,

Sekian dulu yah, nanti kita sambung lagi. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan, kebenaran datangnya dari Allah SWT bila ada kesalahan itu lahirnya dari saya yang masih fakir ilmu ini. Wassalam.



-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ


Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
(QS: Al-Bayyinah Ayat: 5)

Posting Komentar

Terima kasih sudah baca postingan ransellusuh.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates