Top Menu

Masjid Jami' Al Ihsan, Masjid Berusia 300 Tahun





Assalamualaikum, Wr, Wb.


Ransellusuh.com - Kamis, 25 Oktober Kemarin, Alhamdulillah saya masih bisa mengikuti program kesehatan keliling yang diselenggarakan oleh Bazma Pertamina Asset 2, untuk 150 kaum dhuafa di desa Tanjung Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim.


Selama di desa tersebut ada yang cukup mencuri perhatian saya. Yups, sebuah masjid tua, semi panggung, berdinding kayu dan bercat putih dengan lis biru. Masjid itu bernama Masjid Jami' Al Ihsan.

Terlebih-lebih, kabarnya masjid ini sudah berusia 300 tahun. Wow. Kabar itu saya dapat dari seorang kawan.
Antara percaya dan tidak percaya, tapi bila perhatian mungkin saja ini benar, sebab ada beberapa hal yang bisa menguatkan hal ini.



Pertama, arsitektur atap masjid ini mirip sekali dengan atap masjid agung Palembang dulu dikenal dengan sebutan masjid Sultan. Sebagaimana kita ketahui. Masjid Sultan itu pertama kali dibangun  oleh Sultan Muhmud Badaruddin Jayo Wikramo/Sultan Mahmud Badaruddin I, pada tahun 1738 Masehi.

Tidak hanya atapnya yang ada kemiripan tapi juga bagian menaranya. Kalau kawan-kawan berkesempatan main ke masjid Jami Al Ihsan dan Masjid Agung Palembang. Coba perhatikan menaranya, tapi menara lama Masjid Agung yah, bukan menara baru. Itu menurut saya mirip. Mengenai arsitektur  Menara masjid agung Palembang katanya mengambil dari arsitektur Nusantara, itu terlihat dari ujung menaranya yang mirip nasi tumpeng. Tidak diketahui secara pasti benar atau tidaknya.




Selain itu, bagian dalam masjid, berdiri  penyangga, sama dengan bangunan utama masjid agung Palembang yang terdapat tiang-tiang penyangga. Saya ketok untuk memastikan tiang itu terbuat dari apa? Bukan beton, tapi kayu. Dan, mimbarnya juga mirip sekali, mimbar yang tinggi, dengan anak tangga. Hmmm ini seperti menambah keyakinan saya sepertinya benar, masjid ini berusia 300 tahun.

Yang belum aku ketahui, siapa orang dibalik berdirinya masjid Jami Al Ihsan yang letaknya berhadapan langsung dengan sungai Lematang ini.

Apakah dari beberapa kemiripan arsitektur Masjid Agung Palembang dan Masjid Jami Al Ihsan ini, miliki perjalanan sejarah yang sama.

Kabarnya, kepala desa berencana akan merenovasi masjid ini secara total. Saya sih setuju saja. Tapi harapan saya kalau memang ingin direnovasi, arsitektur nya jangan diubah. (FA)









3 komentar :

  1. Waah... suka nih, yang sejarah-sejarah kayak gini. Ternyata masih banyak Masjid tua di Indonesia yang tetap terjaga

    BalasHapus
  2. Wow, 300 tahun! Masjidnya besar dan luas sekali. Ciri arsitekturnya juga sangat tradisional. Masjid tua yang luar biasa.

    BalasHapus
  3. Wah, usia masjidnya udah tua banget yaaah. Sejarah banget ini mah

    BalasHapus

Terima kasih sudah baca postingan ransellusuh.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates