Top Menu

SAMPAH PLASTIK DAN ANCAMAN SATWA LAUT






Assalamualaikum. Hallo kawan-kawan, senang sekali bisa berjumpa lagi.



Beberapa hari belakangan ini beredar kabar mengenai bangkai ikan paus yang terdampar di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Bukan perkara bangkai paus yang terdamparnya sih, sebab itu mungkin hal yang biasa, ikan paus  bisa saja mati karena beberapa faktor seperti  usia yang tak muda lagi mungkin? Tapi yang menjadi sorotan kita semua adalah ditemukannya 6 kilo sampah plastik dalam tubuh ikan paus jenis sprema itu. 


Ini sangat memprihatinkan bukan? Walau pun pihak-pihak terkait seperti LIPI dan WWF Indonesia belum bisa menyimpulkan mengenai kematian paus berukuran panjang 9,5 meter dan lebar 4,37 meter itu disebabkan  oleh sampah plastik di dalam tubuhnya.  Karena belum melakukan penelitian lebih lanjut disebabkan bangkai paus yang sudah tidak utuh dan juga mulai membusuk.



Bicara mengenai sampah, Indonesia merupakan negara dengan nomor urut kedua di dunia sebagai negara penyumbang sampah ke laut, dari 20 negara yang memproduksi sampah plastik ke laut seperti Filipina, Vietnam, Srilanka, Thailand, Mesir, Nigeria, Malaysia, dan Bangladesh serta sebagai juara utamanya adalah China. Apa hal ini perlu dibanggakan? Nggaklah yah. 





Balik lagi bicara sampah plastik, menurut data dari Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setidaknya, ada 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia pertahunya, hal ini diperkuat dengan hampir 2 juta kantong plastik digunakan permenit. 9,6 juta kantong digunaka dari 32.000 gerai. Bahkan setiap orang menggunakan 700 lembar kantong plastik pertahunnya. 



Dari data diatas itu menghasilkan sebuah fakta yang sangat mengerikan, setidaknya ada 187,2 juta ton sampah yang dibuang ke laut, dengan 57 % - nya adalah sampah plastik. Sampah-sampai itu meliputi; sampah Puntung Rokok (53 juta), Tutup botol minuman (13,5 juta), Gelas, Piring, sendok, garpu (10,1 juta), botol plastik (9,5 juta), kaleng minuman (6,7 juta), sedotan (6,2 juta). Dari sana terdapatlah 46.000 sampah plastik mengapung di setiap mil persegi di laut Indonesia. Bahkan saya pernah mendengar katanya jika sampah sedotan itu disusun memanjang, maka panjang dari sampah sedotan itu bisa sampai ke Meksiko loh (wah, bener apa nggak? Coba  disusun sendiri saja deh).








Dari data diatas menujukan betapa suramnya dunia kelautan kita sampai-sampai Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti mengatakan “Jika Sampah Plastik terus dibuang ke laut, laut akan penuh dengan plastik. Nanti lebih banyak sampah plastik daripada ikannya.” Melihat permasalahan ini, Ibu Susi Pudjiastuti membuat sebuah program kerja dengan target 2025 sampah plastik di laut berkurang 70 %. Semoga berhasil yah Bu. 



Oke, sekarang kita akan membahas apa sih dampak dari semua ini. Pertama setidaknya 267 spesies terjerat dan mati kerena salah pencernaan, ikan paus yang ditemukan di Wakatobi itu mungkin salah satu dari hewan yang terbunuh kerena sampah plastik seperti lumba-lumba, penyu, dan berbagaimacam satwa laut lainnya, selain itu hal ini berdampak juga pada meningkatnya kadar keasaman air laut, itu bisa merusak dasar kehidupan yang dibutuhkan oleh tiram, kerang, karang serta hewan lainnya. Dan, penurunan kunjungan wisata serta mengancam kesehatan bagi masyarakat itu sendiri. Jadi sampai di sini pahamkan mengapa kita harus menjaga laut.





Eh, tapikan aku tidak tinggal di deket laut, jadi bukan aku dong yang membuang sampah kelaut. Secara langsug sih bener bukan kamu yang buang sampah kelaut. Tapi mari coba kita pikirkan, bukan soal kamu atau bukan yang membuang sampah-sampah plastik itu ke laut. Namun, mulailah sadar akan membuang sampah pada tempat yang semestinya lebih keren lagi kalau kita bijak menggunakan sampah.



Memang bukan kamu yang buang sampah ke laut secara langsung, tapi jika kamu buang sampah sembarang, misalkan buang sampah kantong plastik ke jalan, kemudian kantong plastik itu terbang masuk ke selokan, masuk ke sungai, dari sungai mengalir ke laut. Bukankah itu sama saja kamu ikut menyumbang sampah plastik ke laut. Pikir yuk.




Terus apa yang bisa kita lakukan agar tidak ada lagi sampah plastik yang terbuang kelaut? Pada postingan berikutnya saya akan memberikan cara-cara sederhana untuk menyelamatkan laut kita. Salam. 



Foto: google
Data: berbagai sumber

18 komentar :

  1. Duh, kasihan lihat binatang laut jadi menderita kayak gitu. Apalagi penyu yang tempurungnya jd aneh karena terikat plastik kemasan... Semoga banyak orang sadar, buang sampah plastikke laut itu sangat berbahaya

    BalasHapus
  2. Harus ada tindakan yg tegas nih. Kliatannya sepele..tapi efeknya bsr skali

    BalasHapus
  3. Sedih lhoo ngeliatnya hikss. Memang soal sampah ini masalah yang tiada habis yaaa. Kudu mulai dari diri sendiri, dari hal kecil dan dari sekarang

    BalasHapus
  4. Miris liat gambarnya. semoga masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan. terutama dengan membuang sampah pada tempatnya

    BalasHapus
  5. Sampah sebaiknya dipisah sejak awal, ada organik dan anorganik. Organik bisa dibikin kompos atau pupuk cair, anorganik dijual aja, laku kok. Sedih melihat plastik bertebaran, yuk kurangi plastik dengan membawa tas sendiri saat belanja di toko/pasar

    BalasHapus
  6. Kenapa ya orang kita nih susah banget sama urusan buang sampah yg bener. Padahal udah diajari sejak bayi juga ��

    BalasHapus
  7. Wah, jadi penasaran sama next post-nya...
    Bahaya banget ya kalo udah kejadian lebih banyak sampah plastik dari pada ikan di laut. STOP buang sampah plastik ke laut

    BalasHapus
  8. Masya Allah sedih lihatnya..

    BalasHapus
  9. Semoga masyarakat sadar dan nggak egois ya liat akibat perbuatan kita

    BalasHapus
  10. Membangun kesadaran utk cinta lingkungan khususnya dari diri sendiri. Kasihan binatang2 laut itu.. . Sedih lihatnya

    BalasHapus
  11. Kasihan sekali mereka. Semoga kesadaran tentang bahaynya sampah plastik bagi biota laut ini semakin meningkat ya.

    BalasHapus
  12. Ngeri juga ya. Manusia telah berbuat aniaya terhadap makhluk hidup lainnya

    BalasHapus
  13. Miris aku ngelihatnya, apalagi sering lihat videonya gimana ketika sampah menyakiti satwa

    BalasHapus
  14. Saya baru tau nih. Infonya berharga sekali, teri makasih mas....

    BalasHapus
  15. Bengkulu juga mulai mengalami hal ini, jadi mulai juga mulai banyak muncul asalah

    BalasHapus
  16. Ngeri, sampah bukan saja menganggu mahluk daratan eh malah udah ke laut juga

    BalasHapus
  17. Hiksss....sedih banget menyaksikan mereka seperti itu. Bahkan pipet plastik kecil yang kita anggap sepele berdampak besar bagi kelangsungan hidup satwa-satwa ini. Kalau masuk ke sistem pernafasan atau pencernaan mereka tentu sangat bahaya.

    BalasHapus
  18. Wah sayang banget ya, masih banyak orang yang gak peduli sama hal kaya gini

    BalasHapus

Terima kasih sudah baca postingan ransellusuh.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates