Top Menu

INILAH CARA SEDERHANA MENGELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA




RANSELLUSUH.COM - Sering sekali kita dengar bahwa setiap manusia dimuka bumi pasti akan menghasilkan sampah, baik itu sampah organik ataupun non-organik. Bahkan dalam sebuah penelitian mengatakan bahwa satu orang akan menghasilkan 2,5 kg/hari, bisa dibayangkan kan berapa populasi manusia di muka bumi ini? Dan berapa ton sampah yang dihasilkan dalam sehari. Apakah sanggup bumi ini menanggung beban itu. Kata Dilan mah,  berat, bumi ga akan kuat. 

Lalu bagaimana solusinya?

Jika hasil penelitian itu benar setiap orang menghasilkan sampah 2,5 kg/hari baik sampah jenis organik maupun sampah non-organik, bila tidak mendapatkan perhatian dan pengelolaan lebih serius bisa dipastikan kedepannya kita akan tinggal dibumi yang dipenuhi oleh sampah. Sepakat?

Maka sudah sewajibnya kita harus peduli dengan pengelolaan sampah yang kita hasilkan sendiri dalam sehari-hari baik dari rumah kita maupun lingkungan tempat tinggal kita. Sebenarnya ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengelola atau mengurangi sampah yang kita hasilkan agar tidak terbuang kesembarang tempat tanpa penglolaan secara terpadu.

Kita pasti sudah mengenal dengan istilah 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle) Menggunakan kembali, mengurangi, dan mengelola kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau barang baru yang bermanfaat. Kalau kita sudah bisa menjalankan konsep 3R ini maka kita sudah mengurangi beban pada bumi ini. 

Dari mana kita bisa memulainya? Yang pertama yah dari diri sendiri kudu punya niat yang kuat,  kemudian dari rumah tangga. Tahukah, bahwa penghasil sampah terbesar adalah rumah tangga bisa mencapai 60%. Maka, dalam hal ini emak-emak punya peran yang besar untuk menjaga lingkungan kita agar tetap bersih. Setelah dari rumah kita bisa menjalankan konsep 3R ini diberbagai tempat, misalkan sekolah, kantor dan tempat-tempat umum lainnya.

Berikut ini beberapa kegiatan Reuse pada kehidupan sehari-hari. Gunakanlah serbet kain/sapu tanggan daripada menggunakan tissu, tahu sendirikan tissu itu terbuat dari apa? Kemudian, kita bisa menggunakan tumbler (botol minum) yang bisa kita isi ulang di rumah, sekolah maupun kantor dari pada beli air meneral kemasan sudah ngeluarin uang eh nyampah pula. Atau bisa juga membawa wadah makan sendiri ketika ingin membeli jajanan, emang sulit sih tapi hal itu bisa menggurangi penggunaan plastik.

Sedangkan contoh kegiatan Reduce (mengurangi) dalam kehidupan sehari-hari bisa dengan cara membawa kantong kresek atau goodybag sendiri saat belanja ke warung atau supermarket. Membeli produk-produk yang bisa isi ulang atau didaur ulang. Kurangi menggunakan bahan sekali pakai, hindari menggunakan atau membeli barang yang tidak perlu.

Terakhir contoh bagaimana kegiatan Recycle (Daur Ulang) dikehidupan sehari-hari ialah mengelola kembali sampah non organik menjadi barang kerajinan baru yang bermanfaat, sekarang banyak kita temui para pengrajin-pengerajin sampah non-organik menjadi barang yang siap guna dan bermanfaat salah satu contohnya adalah kemasan minyak sayur bisa dikelola menjadi tas belanja, dompet dan lain-lainnya. Sampah non-organik juga bisa kita kumpulkan untuk diberikan kepada yang membutuhkan pemulung misalnya, atau bisa kita tabung di Bank Sampah yang terdekat di rumah kita, sekarang juga sudah mencamur bank-bank sampah baik tingkat kelurahan atau tinggat kota di seluruh Indonesia.




Dari bank sampah ini biasanya, sampah akan dipilah sesuai jenisnya dan akan di kirim ke pabrik daur ulang, misalkan kertas maka akan didaur ulang menjadi kertas baru siap pakai tanpa harus menebang pohon lagi untuk memproduksi kertas, plastik akan akan dikelola menjadi plastik baru yang siap pakai tanpa harus menyedot jutaan barel minyak bumi lagi untuk bahan baku plastik.  

Bagaimana dengan sampah organik? Gampang banget sobat bisa menggali tanah persegi empat seukuran 30 cm x 30 cm dengan kedalaman 1 meter, lalu masukan semua jenis sampah organik di sana, tutup menggunakan papan, tunggu hingga satu bulan, sobat bisa memanen pupuk organik yang bisa digunakan untuk tanaman di pekarangan rumah.


 sumber foto: mommies daily dan radar sriwijaya



9 komentar :

  1. Keren bangetlah kalo ada orang-orang yang bisa dan mau memanfaatkan sampah agara bernilai ekonomis. Penumpukan sampah jadi terminimalisir.

    BalasHapus
  2. Waaaah leh uga nih. Di Jakarta sampah adalah termasuk masalah yang cukup penting.

    BalasHapus
  3. Aku pernah dulu berkreasi manfaatin sampah kek gitu, tapi kurang kreatif akhirnya hanya jadi pot untuk kembang gantung dong ��

    BalasHapus
  4. Terima kasih pencerahannya, daku udah mulai bawa kantong kain dan ganti pembalut dengan kain semoga makin banyak yang bisa di 3R aamiin

    BalasHapus
  5. Menurut saya, ide bank sampah itu sangat brilian. Solusi polusi lingkungan selaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat

    BalasHapus
  6. Menurut saya, ide bank sampah itu sangat brilian. Solusi polusi lingkungan selaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat

    BalasHapus
  7. Menurut saya, ide bank sampah itu sangat brilian. Solusi polusi lingkungan selaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat

    BalasHapus
  8. Alu nih buat kayak gitu. Galih tanah. Sekarang hampir penuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dikasih bakteri pengurai em4, sambil diaduk2. Agar proses pembusukan sampah organik nya jadi cepat.

      Hapus

Terima kasih sudah baca postingan ransellusuh.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates