Top Menu

Ada 5 Cinta di FLP



Pada detik ini, 9 tahun sudah aku mengenal FLP, tak terasa memang, aku sadar dijangka waktu itu aku bukan lah siapa-siapa, masih banyak yang sudah lama bergabung dengan Forum Lingkar Pena, belasan tahun bahkan puluhan tahun mungkin? akan tetap bermacam-macam rasa yang bisa cecap bersama FLP, asam, manis, dan pahit.

Di Forum Lingkar pena, tempat aku belajar berbagai hal, tak hanya bicara soal literasi, lebih dari itu, tentang bagaimana caranya mengelola organisasi, berdakwah melalui tulisan, serta memiliki adab berkarya yang memiliki kebermanfaatan untuk jutaan umat.

22 tahun sudah usia FLP kini, banyak sudah yang sudah memberikan penilaian tentang FLP, yang tak asing lagi bagi para pegiat Forum Lingkar Pena ialah. “Forum Lingkar Pena adalah hadiah dari Tuhan untuk Indonesia.” – Taufik Ismail atau FLP adalah gudang penulis fiksi dan banyak lagi, bukan omong kosong memang, diusia dewasa awal FLP telah banyak melahirkan penulis hebat. Sebut saja, mbak Asma Nadia, Bunda Helvy Tiana Rosa, Kang Abik, Bunda Pipiet Senja, Pak Boim Lebon, Mbak Intan Safitri, Mbak Maimon,  Mbak Sinta Yusia, Mbak Afifah Afra yang sekarang menjabat sebagai ketua umum  Forum Lingkar Pena saat, baik nasional maupun daerah yang tak mau ketinggalan melahirkan penulis-penulis tangguh dengan napas dakwah disetiap kalimatnya.  Tidak hanya itu FLP pun banyak menciptakan pegiat dan relawan literasi yang tangguh-tangguh baik di kota maupun di derah serta di luar negeri.


Jika ditanya apa alasan kamu mencintai FLP? Maka sebenarnya tak cukup hanya lima, melainkan ratusan atau bahkan tak terhingga. Namun, pada kesempatan kali ini, aku hanya merangkumnya menjadi 5 Alasan Mencinta FLP.


Pertama, Organisasi Kepenulisan besar di tanah air dengan menejemen organisasi yang baik di pusat dan derah-daerah, dan terus berbebenah serta berinovasi untuk FLP yang lebih baik lagi kedepannya, serta berbadan hukum yang jelas, memiliki jaringan yang luas, pada november 2017 kemarin, itu untuk pertama kalinya aku mengikuti Musyawarah Nasional ke 4, yang dilaksakan Bandung, sangat membukakan kedua bola mataku, bahwa aku tidak sendirian, di sini ada banyak sekali, kawan-kawan, kakak-kakak, mas-mas, mbak-mbak tempat kami berbagi ilmu dan pengalaman bidang kepenulisan.

Itu saja sudah cukup? Rasanya belum. Di Forum Lingkar Pena, memiliki lini bidang kepenulisan, agar anggapan bahwa FLP itu gudang penulis fiksi itu terlepas, maka terciptalah lini-lini tersebut salah satunya adalah Blogger FLP, Blogger FLP dibentuk untuk merangkum anggota FLP dari berbagai penjuru yang suka menulis di blog, aku sendiri merupakan anggota baru di Blogger FLP, senang sekali rasanya.  Ada 5 Cinta di FLP.

Kedua, Dakwah Bil Qalam, di Forum Lingkar Pena ada tiga pilar; Kepenulisan, Organisasi dan Dakwah Bil Qalam, maka ada sebuah tagline yang cukup melekat pada FLP “Menulis untuk Mencerahkan” bukan tanpa alasan, kenapa FLP berdiri pun punya alasan yang kuat. Tahun 1990an, Indonesia dibanjiri novel-novel bernuansa pornografi, librealisme serta dan lain-lain yang mengancam akhlak generasi muda kala itu.  FLP lahir untuk memerangi karya-karya semacam itu, berusaha menghadirkan karya-karya tulis yang bernapas islami, yang layak untuk masyarakat. Ada 5 Cinta di FLP.





Ketiga, Ragam kegiatan nan Asyik, tak hanya terpacu pada kegiatan menulis, di FLP, kawan-kawan bisa mengikuti berbagai macam kegiatan yang seru dan asyik-asyik tentunya, salah satunya bakti sosial, makan-makan, serta jalan-jalan. Dan semua itu pasti akan dikait-kaitkan dengan kepenulisan. Seru bukan? Pastinya karena Ada 5 Cinta di FLP.

Keempat, Tempat Ngumpulnya orang-orang yang semangat berkarya. Ngumpul dengan orang yang memiliki visi dan misi, serta memilik hobi yang sama adalah keharusan. Di sana kita akan saling memotivasi, berkarya dan menulis pastinya. Di FLP Saling memotivasi dan menginspirasi akan terus di jaga, mau menelurkan karya secara solo, atau mau keroyokan bisa semua di FLP. Ada 5 Cinta di FLP.

Kelima, Tempat kita memenejemen diri, melatih leadership. Qodarullah, desember 2017 lalu aku diamanahkan menjadi ketua FLP cabang Prabumulih untuk periode 2017-2019. Sebuah amanah yang cukup berat, tanggungjawab yang harus dipikul bagaimana pun keadaannya. Hanyalah manusia biasa yang semangatnya pun naik turun, tetapi ketika kita menjadi ketua maka kita harus menampilkan diri yang terus bersemangat dihadapan anggota-anggota lainnya. Agar api semangat itu terus menyala. 





Itulah alasan-alasan aku mencintai FLP, FLP sudah banyak memberikan pengaruh dalam hidupku, walau aku sadar dengan segala kekurangan yang dimiliki diri ini, belum memberikan kontribusi secara maksimal untuk Forum Lingkar Pena. 


*Tulisan ini dibuat dalam rangka lomba blog dari Blogger FLP pada rangkaian Milad FLP 22

3 komentar :

  1. Luar biasa kakak Fahry, inspiratif sekali, semangat!

    BalasHapus
  2. Terimakasih mbak Ratna, hehe

    BalasHapus
  3. Semoga selalu betah di FLP serta suatu hari kelak FLP bangga mempunyai penggiat seperti Fahry

    BalasHapus

Terima kasih sudah baca postingan ransellusuh.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates