Top Menu

Bapak dan Sungai




Di timur desa kami dulu terdapat sebuah sungai kecil yang membentang hampir  melampaui separuh wilayah kecamatan, sungai itu, mungkin sebagaian orang menganggapnya tak penting, hanya sebagai tempat saluran air saja, karena sungai tersebut tidaklah besar. Namun, bagi kami sekeluarga sungai itu sangatlah penting, sungai yang mampu mengantarkan aku melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat SMA. 


Tapi kini, sungai itu seperti tak berwujud lagi sebagai sungai, hanya terlihat sebagai saluran air semata, sebab dinding sisi kanan dan kiri sungai itu sudah dipasang dam cor beton. Belum lagi hutan-hutan yang dulu rimbun di sisinya, kini sudah hilang, dalam sekejap, sungai dan hutan tempat aku menghabiskan separuh hari setelah pulang sekolah kini sudah hilang. Saat ini dihulu sungai, sudah rapat oleh perumahan, hutan-hutan yang dulu hijau tempat burung kecicit menari-nari dan manyanyi diujung tangkai, rumah para tupai yang piawai melompat dari satu dahan ke dahan lain, hutan tempat ular hujau menjalar dari ranting ke ranting, kini sudah berubah menjadi lahan terbuka siap kapling. 


Lalu kenapa aku ingin sekali menceritakan tentang sungaiku ini? Dari sungai ini aku, bisa melanjutkan sekolah. Aku terlahir dari keluarga kurang mampu, pekerjaan bapakku hanyalah seorang buruh serabutan yang tak menentu penghasilannya. 


Jadi, pada waktu itu aku sedang duduk di bangku kelas tiga SMP, memasuki semester kedua, bapakku belum mendapatkan pekerjaan tetap lagi, sembari menunggu panggilan kerja sebagai kuli bangunan, bapak berinsiatif untuk mengeruk pasir di sungai kecil itu, lumayan kalau sudah dapat satu kubik pasir bisa dijual ke seorang pengrajin pagar catur, atau dijual kepada siapapun yang membutuhkan pasir. 


Sebagai pelajar kelas tiga SMP semester dua, aku sadar sebentar lagi jika aku lulus, aku akan naik jenjang ke SMA, tentu itu membutuhkan biaya yang tak sedikit, suatu ketika bapakku berpesan, jika aku ingin tetap melanjutkan pendidikan maka aku harus membantunya menambang pasir, sebab hanya inilah yang bisa kita lakukan untuk sementara ini, kalau hanya menunggu panggilan kerja sebagai kuli bangunan yang tak menentu, jelas aku tak akan bisa melanjutkan sekolah. Oh ya, kami hanyalah penambang pasir biasa, yang pekerjaanya dilakukan dengan peralatan seadanya.


Dilema sempat menghampiri diriku, pada saat itu aku sedang senang-senangnya bermain sepakbola. Jika setiap pulang sekolah aku langsung menyusul untuk membantu bapak yang sedang menambang pasir di sungai, tentu aku tidak akan bisa main bola di lapangan, itu menyiksa banget, coba bayangkan kalau kita lagi seneng-senengya dengan satu benda, terus karena keterpaksaan kita harus berpisah dengan benda kesukaan kita itu.


Tapi, aku segera sadar, ada hal yang lebih penting dari sekedar bermain bola di lapangan setiap sore, ialah membantu bapak menambang pasir agar aku bisa melanjutkan sekolah. Maka, setiap kami menjualkan pasir, bapak selalu menyisihkan separuh hasil itu untuk aku simpan, untuk keperluan sekolahku nanti, separuhnya lagi untuk kebutuhan sehari-hari kami di rumah.


Ketika aku kelas tiga SMA, bapak meninggal dunia, seperti ada awan gelap yang mengelayuti masa depanku pada waktu itu, entah mau dibawa kemana masa depan hidup ini, singkat ceritanya aku lulus SMA. Setelah itu, aku baru sadar dan merasakan manfaat apa yang diajarkan oleh bapakku dulu, baik secara langsung maupun tidak langsung, aku baru sadar manfaat kenapa ia sering sekali mengajakku dalam setiap pekerjaannya, sekecil apapun itu, walaupun hanya memanjat pohon kelapa, bapak yang naik, aku nungguin dibawah, mengumpulkan buah-buah kelapa yang berjatuhan, aku seperti tidak terkejut lagi untuk menapaki kehidupan setelah SMA. 


Secara tidak langsung bapak sudah mengajarkan aku, bahwa ini loh kehidupan sesungguhnya itu,  kamu harus kuat, kamu kerja keras untuk mendapatkan apa yang kamu impikan, kita tidak boleh berpangku tangan dalam menapaki keadaan. Jika mentok di satu jalan, mari kita cari jalan yang lain.

Prabumulih, 21 September 2019

FLP Sumatera Selatan
#flpsumsel
#WAGflpsumselmenulis
#lampauibatasmu

14 komentar :

  1. Terharu bacanya, Bapak sudah menempa anaknya untuk kerja keras ya, biar kelak bisa mandiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak. Harapan setiap orangtua pasti ingin anaknya mandiri.

      Hapus
  2. Karena kehidupan butuh perjuangan, benar memang kalau kita sudah berhenti di pintu yang menutup, padahal kalau kita mau usaha nengok sedikit, ada pintu lain yang bisa dilewati.

    BalasHapus
  3. Iya betul, prestasi hanya dapat diraih dengan usaha. Terus berjuang ya.

    BalasHapus
  4. masyaAllah, aku dari SD sudah diajarkan untuk gembala bang sampe SMP, lalu ternak ayam sendiri. Alhamdulillah biaya sekolah SD sampai SMA selalu beasiswa

    BalasHapus
  5. Kata orang hasil tidak akan mengkhianati usaha. Orang yang telah terbiasa berjuang akan punya daya tahan yang besar atas semua tantangan dalam kehidupan. Semoga sukses ke depannya, Mas

    BalasHapus
  6. Bapak adalah sosok inspiratif untuk anak-anaknya. Bapak Kak Fahry adalah Bapak yang sukses, mampu mewariskan kekuatan terbaik untuk kehidupan anaknya.

    BalasHapus
  7. semangat Mas... masa lalu itu akan menentukan langkah kita ke depan. nggak ada yang sia-sia dalam hidup ini, yang ada hanyalah kita yang menyia-nyiakannya..

    BalasHapus
  8. dulu aku senang jadi anak bungsu, gak dapet kerjaan di rumah. sehari2 makan, sekolah, main. pas gede baru terasa, aku gak bisa apa2. sumpah, ini beneran nyesek!

    BalasHapus
  9. Sosok Bapak emang luar biasa ya, Mas. Mas Fahry masih beruntung bisa sama Bapak sampai SMA, saya cuma sampai kelas 2 SD Mas, tapi ... kenangannya sampai sekarang tak pernah lekang dimakan waktu. Semoga Bapak mendapat tempat yang layak ya Mas

    BalasHapus
  10. Beruntung punya bapak yang mengajarkan kebaikan, saat ini banyak anak-anak yang kehilangan sosok bapak, padahal ia ada.

    BalasHapus
  11. Bisa dikembangkan lagi untuk jadi novel ini...

    BalasHapus
  12. Setiap anak selalu punya kisah tentang Sang Bapak. Dan seorang bapak selalu meninggalkan kesan di hati tiap anak. Al fatihah untuk Bapak

    BalasHapus

Terima kasih sudah baca postingan ransellusuh.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates